paradoks.

|
Sendiri di tengah kegelapan malam
Tertelan kelamnya sepi
Sinaran bintang menyinar
Mengganti bulan yang tertutup awan
Sensasi ragawi kurasa sendiri
Kontemplasi batin kujalani dalam diam
Ditemani sinaran alam temaram
Hembusan angin bertiup bersahutan
Tetes air menetes dalam keheningan
Embun pagi merintih perih pada dinginnya
Kicauan makhluk bersayap menyambut pagi
Sesekali kendaraan berlalu
Luruh dunia larut dalam bisu
Langit malam berubah membiru
Ingin berucap namun lidahku kelu
Tiada guna berkata apa
Jikalau tak ada telinga
Niscaya bersimbahkan nestapa
Serta bertabur dosa
Sendiri dalam diam
Seorang di sisi alam
Tunggal mendendam
Berbisik kepada haram
Tak kuasa berdendang
Melantunkan tembang harapan
Utuh dan lengkap
Ketika ku sendiri bertemankan semesta
Published with Blogger-droid v1.6.8

0 comments: